Kemenko PMK Siapkan Cek Kesehatan Gratis untuk 300 Peserta FKY 2026
![]() |
| Kemenko PMK menggelar rapat koordinasi persiapan Cek Kesehatan Gratis dalam rangkaian Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026. (Dok. Ist) |
PEWARTA JOGJA — Sekitar 300 pekerja seni, pelaku budaya, dan masyarakat umum akan mendapat akses Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangkaian Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026.
Layanan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–15 September 2026 di Unit Pelaksana Teknis Daerah Public Safety Center Sleman Emergency Service (PSC SES) Kabupaten Sleman.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan CKG berjalan optimal. Program ini diarahkan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi komunitas seni, budaya, dan masyarakat yang terlibat dalam rangkaian FKY 2026.
Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK Linda Restaningrum mengatakan pihaknya berperan mengoordinasikan kementerian, pemerintah daerah, serta mitra terkait.
"Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan kesiapan sumber daya, logistik, serta layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas," ujar Linda dalam Rapat Koordinasi Persiapan CKG, Selasa (8/9/2026).
Pemeriksaan dasar dan konsultasi dokter
Pelaksanaan layanan CKG akan ditangani Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bersama Puskesmas Gamping 1 dan Puskesmas Mlati 1.
Ketiganya akan menggunakan skema CKG Paket Cepat yang mencakup pemeriksaan dasar serta konsultasi dokter untuk membantu mendeteksi faktor risiko kesehatan sejak dini.
Persiapan layanan juga mencakup pembagian tugas antarinstansi agar kebutuhan teknis dan operasional di lokasi dapat terpenuhi.
Kemenko PMK bertugas mengoordinasikan pelaksanaan lintas sektor, sedangkan Kementerian Kesehatan memberikan dukungan berupa bahan medis habis pakai (BMHP) serta operasional aplikasi Satu Sehat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan dua puskesmas yang terlibat menyiapkan tenaga kesehatan sekaligus mengatur alur pelayanan bagi peserta.
Sementara itu, Dinas Kebudayaan bersama panitia FKY menangani promosi kegiatan serta pendataan peserta. Pemerintah Kabupaten Sleman turut mendukung melalui penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan.
Koordinasi tersebut disiapkan agar pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dapat berjalan sesuai sasaran dan mudah diakses peserta selama kegiatan.
CKG terintegrasi dengan kegiatan kebudayaan
Pelaksanaan CKG dalam rangkaian FKY 2026 menjadi bagian dari upaya menghubungkan agenda pembangunan kesehatan dengan kegiatan kebudayaan.
Kemenko PMK mendorong pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas melalui layanan yang hadir di tengah kegiatan masyarakat.
Pekerja seni dan pelaku budaya menjadi salah satu kelompok sasaran dalam layanan tersebut. Masyarakat umum yang hadir dalam rangkaian kegiatan FKY 2026 juga mendapat kesempatan memperoleh pemeriksaan kesehatan.
Melalui deteksi dini, peserta dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan sekaligus berkonsultasi dengan dokter dalam layanan CKG Paket Cepat.
Kemenko PMK berharap kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan CKG dapat memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat integrasi antara pembangunan manusia, kesehatan, dan kebudayaan.
