Scroll ke bawah untuk melanjutkan

INSTIPER Yogyakarta Terima 1.135 Mahasiswa Baru, 329 di Antaranya Penerima Beasiswa

INSTIPER Yogyakarta menerima 1.135 mahasiswa baru, dengan 329 mahasiswa mendapat beasiswa dari pemerintah, industri, dan program KIP Kuliah.

mahasiswa baru INSTIPER Yogyakarta tahun akademik 2026 2027
INSTIPER Yogyakarta menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dalam pembukaan kuliah di Grha INSTIPER. (Dok. Ist)

PEWARTA JOGJA — Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta menyambut 1.135 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut terdiri atas 1.058 mahasiswa program sarjana dan 77 mahasiswa program pascasarjana. Khusus mahasiswa baru jenjang sarjana, jumlahnya naik 218 orang atau 20,8 persen dari 876 mahasiswa pada Tahun Akademik 2025/2026.

Dari 1.058 mahasiswa program sarjana, sebanyak 766 orang atau 72,4 persen masuk Fakultas Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian menerima 196 mahasiswa atau 18,5 persen, sedangkan Fakultas Kehutanan sebanyak 96 mahasiswa atau 9 persen.

Mahasiswa baru INSTIPER tahun ini berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Sumatera Utara menjadi daerah asal dengan jumlah mahasiswa terbanyak, kemudian diikuti Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Jawa Tengah.

329 mahasiswa mendapat beasiswa

Tingginya jumlah mahasiswa penerima beasiswa juga menjadi bagian dari kepercayaan pemerintah dan mitra industri terhadap INSTIPER. Pada Tahun Akademik 2026/2027, terdapat 329 mahasiswa atau sekitar 29 persen dari seluruh mahasiswa baru yang memperoleh beasiswa.

Sebanyak 150 mahasiswa menerima beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan.

Program tersebut diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul bagi sektor perkebunan kelapa sawit. Dukungan pendidikan juga datang dari berbagai perusahaan serta pemerintah daerah.

PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), misalnya, tahun ini mengirimkan 35 mahasiswa penerima beasiswa untuk menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Kehutanan. Perusahaan tersebut tercatat telah memberikan beasiswa kepada INSTIPER selama 16 tahun.

Selain RAPP, Asian Agri Group memberikan beasiswa kepada 13 mahasiswa, Karyamas Plantation 59 mahasiswa, PT London Sumatra Indonesia 20 mahasiswa, dan PT Bumitama Gunajaya Agro 9 mahasiswa.

Dukungan lainnya berasal dari Mahitala Ingkeng Gemah untuk 2 mahasiswa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada untuk 5 mahasiswa. Sebanyak 36 mahasiswa lainnya mendapatkan bantuan melalui program KIP Kuliah.

Komposisi penerima beasiswa tersebut memperlihatkan keterlibatan berbagai pihak dalam pendidikan calon SDM untuk sektor perkebunan, kehutanan, dan agroindustri.

Bagi INSTIPER, kepercayaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab untuk terus menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Perkuat kompetensi menghadapi Industri 4.0

Perubahan teknologi dan kebutuhan industri membuat pendidikan tinggi perlu memberikan bekal yang lebih luas daripada kemampuan akademik. INSTIPER mengembangkan kompetensi mahasiswa dengan mempertimbangkan kebutuhan dunia kerja di tengah perkembangan Industri 4.0.

Salah satu fokusnya adalah penguatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui pengembangan kemampuan 6C, yakni Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creative Thinking, Computational Logic, dan Compassion.

Kemampuan tersebut dikembangkan untuk melengkapi kompetensi mahasiswa yang diperoleh melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Harapannya, lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja dan industri.

Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng., menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada Pembukaan Kuliah Tahun Akademik 2026/2027 di Grha INSTIPER, Yogyakarta.

“Selamat datang di Kampus INSTIPER yang kita banggakan. Kalian berada di tempat yang tepat untuk mempersiapkan masa depan. INSTIPER Yogyakarta merupakan perguruan tinggi yang telah dipercaya untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap memasuki dunia kerja dan dunia industri”.

Menurut Harsawardana, INSTIPER memiliki core competency di bidang perkebunan dan kehutanan yang telah dibangun selama ini. Kompetensi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kerja sama dengan perusahaan maupun instansi pemerintah.

“Kepercayaan dari berbagai mitra tersebut merupakan bukti dari kerja sama yang telah terbangun sekaligus menjadi tanggung jawab INSTIPER untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa,” lanjutnya.

Mahasiswa baru dikenalkan dengan riset dan kebun

Pembukaan Tahun Akademik 2026/2027 juga diisi kuliah umum oleh Puji Lestari, Ph.D., Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Peranan Riset dan Inovasi dalam Meningkatkan Daya Saing Produk Perkebunan”. Materi diberikan untuk memperkenalkan peran riset dan inovasi dalam memperkuat daya saing produk perkebunan sekaligus menghadapi perubahan industri.

Puji Lestari menyoroti sejumlah komoditas perkebunan yang memiliki peran penting bagi Indonesia.

“Komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, kakao, kopi, kelpa, sagu, pinang, lada, dan tembakau memiliki peran yang krusial bagi Indonesia. BRIN berkomitmen untuk mendukung riset dan inovasi untuk menghasilkan produk perkebunan nasional yang berdaya saing dari on farm hingga hilirisasi. Kita dorong peningkatan produktivitas, mutu, efisiensi, nilai tambah, hingga akses pasar”, jelas Puji Lestari, Ph.D.

Selain kegiatan akademik, INSTIPER menyediakan ruang pengembangan keterampilan melalui kegiatan ko-kurikuler dalam program INSTIPER Academy.

Program tersebut dirancang sebagai pendamping kurikulum untuk membantu mahasiswa mencapai kompetensi lulusan. Peserta memperoleh berbagai pelatihan secara intensif sebagai bekal pengembangan kemampuan di luar pembelajaran kurikuler.

Setelah mengikuti pembukaan kuliah dan kuliah umum, mahasiswa baru menjalani Orientasi Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN) pada 31 Agustus–9 September 2026.

Rangkaian tersebut berlangsung di lingkungan Kampus INSTIPER Yogyakarta dan dilengkapi kegiatan Kenal Kebun di KP2 Ungaran pada 5–7 September 2026.

Melalui OKKABUN, mahasiswa baru dikenalkan dengan lingkungan kampus dan budaya akademik sekaligus membangun kebersamaan. Mereka juga mendapatkan pengalaman awal mengenai dunia perkebunan sebagai bagian dari proses pembelajaran di INSTIPER.

Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, INSTIPER Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk mempertahankan pendidikan yang mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Kampus tersebut juga mengarahkan pengembangan mahasiswa pada kompetensi, karakter, dan kesiapan berkontribusi di sektor perkebunan, kehutanan, serta agroindustri Indonesia.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
PEWARTA Jogja
PEWARTA Jogja
Media online Pewarta.co.id regional Yogyakarta (Pewarta Jogja). Menyajikan informasi berita Jogja terkini up to date.

WARTA JOGJA TERBARU

  • INSTIPER Yogyakarta Terima 1.135 Mahasiswa Baru, 329 di Antaranya Penerima Beasiswa
  • INSTIPER Yogyakarta Terima 1.135 Mahasiswa Baru, 329 di Antaranya Penerima Beasiswa
  • INSTIPER Yogyakarta Terima 1.135 Mahasiswa Baru, 329 di Antaranya Penerima Beasiswa
  • INSTIPER Yogyakarta Terima 1.135 Mahasiswa Baru, 329 di Antaranya Penerima Beasiswa
  • INSTIPER Yogyakarta Terima 1.135 Mahasiswa Baru, 329 di Antaranya Penerima Beasiswa
  • INSTIPER Yogyakarta Terima 1.135 Mahasiswa Baru, 329 di Antaranya Penerima Beasiswa