Bapas Jogja Bekali Klien dengan Budidaya King Agroot untuk Dorong Kemandirian
![]() |
| Bapas Kelas I Yogyakarta memberikan bimbingan budidaya tanaman King Agroot kepada Klien Pemasyarakatan. (Dok. Ist) |
PEWARTA JOGJA — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta membekali Klien Pemasyarakatan dengan keterampilan budidaya tanaman King Agroot sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian dan kesiapan kembali ke masyarakat.
Bimbingan tersebut berlangsung di Griya Abhipraya Purbonegoro pada Jumat, 11 September 2026. Klien diperkenalkan pada kegiatan budidaya yang dapat dikembangkan sebagai aktivitas produktif sekaligus peluang usaha di bidang pertanian.
Budidaya tanaman jadi bekal produktif
Kegiatan ini memberikan pengetahuan praktis mengenai budidaya tanaman sekaligus mendorong klien membangun kebiasaan bekerja secara tekun dan bertanggung jawab.
Bapas Kelas I Yogyakarta mengarahkan kegiatan tersebut agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang berkelanjutan.
Budidaya King Agroot juga memberikan pengalaman langsung kepada klien dalam menjalani setiap tahapan perawatan tanaman. Dari proses menanam hingga merawat, klien belajar mengenai konsistensi, kesabaran, dan tanggung jawab untuk mencapai hasil.
Dorong kemandirian setelah kembali ke masyarakat
Bimbingan di Griya Abhipraya Purbonegoro menjadi bagian dari upaya pendampingan agar Klien Pemasyarakatan dapat memanfaatkan waktu melalui kegiatan yang positif dan produktif.
Pengetahuan di bidang pertanian diharapkan dapat menjadi salah satu modal bagi klien untuk mengembangkan kegiatan yang mendukung kemandirian ekonomi setelah kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Program tersebut juga menempatkan proses pembentukan sikap sebagai bagian penting dari pembimbingan. Pengalaman dalam merawat tanaman menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat produktif serta kesiapan menghadapi kehidupan setelah masa pembimbingan.
Bapas Kelas I Yogyakarta terus mendorong pembimbingan yang memberikan bekal aplikatif bagi Klien Pemasyarakatan. Melalui keterampilan dan kegiatan produktif, klien diharapkan semakin siap membangun kemandirian dan berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat.
