Lari Lingkar Merapi 2026 Siapkan Ultra Trail 125K, Rute Tembus Hutan hingga Desa
![]() |
| Fun Trail 6,2 kilometer menjadi bagian dari Road to Lari Lingkar Merapi 2026 di Ledok Sambi Ecopark, Sleman. (Dok. Ist) |
PEWARTA JOGJA— Lari Lingkar Merapi 2026 mulai mengenalkan tantangan ultra trail kepada komunitas pelari melalui agenda Road to Lari Lingkar Merapi 2026 yang digelar di Ledok Sambi Ecopark, Pakem, Sleman, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan diawali fun trail sejauh 6,2 kilometer pada pukul 06.30 WIB, kemudian dilanjutkan fun games dan sharing session bersama pengelola kawasan serta pelari berpengalaman.
Race Director Lari Lingkar Merapi, Roostian Gamananda, menjelaskan konsep utama lomba adalah mengajak peserta mengelilingi Gunung Merapi dengan karakter ultra trail tanpa harus mendaki hingga puncak.
"Jadi, gagasan utamanya, teman-teman akan mendapatkan pengalaman ultra trail mengelilingi Gunung Merapi," kata Roostian.
Rute 125K dengan elevasi 6.000 meter
Salah satu tantangan utama Lari Lingkar Merapi 2026 terdapat pada kategori 125 kilometer. Rute tersebut telah melewati proses survei dan simulasi untuk memastikan lintasan tetap memperhatikan aspek keselamatan peserta.
Penyusunan jalur juga mempertimbangkan batas aman kawasan rawan bencana serta dilakukan dengan koordinasi bersama Taman Nasional Gunung Merapi.
Untuk kategori terpanjang, elevasi positif yang harus ditempuh peserta mencapai sekitar 6.000 meter. Lintasan dirancang dengan kondisi medan yang beragam sehingga memberikan karakter berbeda sepanjang perjalanan.
Pelari asal Kolombia, Daniel Ortiz, yang hadir dalam sharing session menggambarkan variasi medan tersebut. Peserta nantinya dapat berhadapan dengan lintasan hutan, tanah, kebun, desa, cor, aspal, hingga pasir, termasuk jalur menanjak dan menurun.
"Ini campur-campur, bisa masuk hutan, bisa tanah, bisa masuk kebun, desa," ujar Daniel.
Ledok Sambi disiapkan sebagai race village
Pemilihan Ledok Sambi Ecopark sebagai lokasi Road to Lari Lingkar Merapi juga berkaitan dengan kebutuhan peserta, terutama fasilitas yang mendukung konsep race village dan akomodasi.
Head of Committee Lari Lingkar Merapi sekaligus Director of Business Development Ledok Sambi Ecopark, Adrian Hermanu, menyebut kebutuhan akomodasi menjadi salah satu pertimbangan pelari dalam mengikuti ajang trail.
"Kami merasa acara trail di Jogja atau trail pada umumnya sangat erat hubungannya dengan kondisi race village. Kebutuhan akomodasi juga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pelari dalam mengikuti ajang trail," ujar Adrian.
Ledok Sambi memiliki camping ground yang dapat menampung sekitar 40 tenda. Fasilitas tersebut dinilai dapat menunjang kebutuhan peserta sekaligus mendukung pengembangan kawasan tersebut menuju sport tourism.
Enam kategori diperlombakan November
Lari Lingkar Merapi 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13-15 November 2026 dengan Ledok Sambi Ecopark menjadi Official Venue & Accommodation.
Ajang ini menyediakan enam kategori, yakni 7K, 15K, 30K, 60K, 125K Individu, serta 125K Relay 4.
Selain tantangan fisik, peserta akan disuguhi panorama Gunung Merapi, hutan tropis, serta unsur budaya lokal yang menjadi bagian dari pengalaman selama lomba.
Konsep tersebut membuat Lari Lingkar Merapi tidak sekadar mengandalkan jarak tempuh. Pengalaman yang ditawarkan memadukan olahraga trail, kondisi alam, dan kekayaan budaya di kawasan sekitar Merapi.
Agenda Road to Lari Lingkar Merapi 2026 di Ledok Sambi menjadi tahap pengenalan bagi calon peserta sebelum perlombaan utama digelar pada November. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengenalkan karakter rute sekaligus berbagi pengalaman terkait persiapan menghadapi berbagai medan dalam lomba.
