Yogyakarta Hidupkan Lagi Jam Belajar Masyarakat, 4 Kalurahan Jadi Pilot Project
![]() |
| Kegiatan Jam Belajar Masyarakat kembali dihidupkan Pemkot Yogyakarta melalui proyek percontohan di empat kalurahan. (Dok. Ist) |
PEWARTA JOGJA — Pemerintah Kota Yogyakarta mulai menghidupkan kembali Jam Belajar Masyarakat (JBM) melalui proyek percontohan di empat kalurahan, yakni Tahunan, Sorosutan, Tegalrejo, dan Bumijo.
Program tersebut mulai berjalan pada September 2026 dengan sasaran awal anak usia sekolah dasar. Kegiatan berlangsung setiap Senin hingga Kamis pukul 19.30–20.30 WIB untuk membangun kebiasaan belajar di lingkungan masyarakat.
Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat dan PAUD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Yogyakarta Siti Hidayati mengatakan Pemkot menempatkan dua guru sekolah dasar di setiap wilayah pilot project untuk mendampingi pelaksanaan JBM.
"Di empat kelurahan itu kami mencoba untuk 'pilot project' JBM. Kami merekrut guru-guru sekolah dasar (SD) dan kami tempatkan di empat wilayah itu masing-masing dua," kata Siti di Yogyakarta, Sabtu.
Pelaksanaan JBM digelar di sejumlah ruang publik tingkat lingkungan, seperti kantor kalurahan, balai RW, dan balai RT. Pada waktu tersebut, anak-anak diarahkan untuk belajar dan mengurangi aktivitas bermain, terutama penggunaan telepon seluler.
Menurut Siti, durasi JBM memang hanya satu jam setiap malam pelaksanaan, tetapi respons masyarakat di empat kalurahan cukup tinggi. Di Kalurahan Tahunan, misalnya, kegiatan tersebut diikuti 94 anak.
Bertahap diperluas
Pengaktifan kembali JBM mengacu pada Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 53 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan JBM. Pemerintah kota menjadikan program ini sebagai bagian dari upaya membangun budaya belajar anak melalui keterlibatan lingkungan sekitar.
"JBM diadakan setiap Senin sampai Kamis dari pukul 19.30 sampai dengan 20.30 WIB mulai September ini. Jadi, kita membangun budaya belajar untuk anak-anak," katanya.
Tahap awal program difokuskan di empat kalurahan. Pemkot Yogyakarta berencana memperluas pelaksanaannya ke empat kalurahan lainnya pada 2027.
Gerakan serupa juga mulai muncul dari masyarakat di luar empat wilayah pilot project. Pada Jumat (11/9), warga RW 6 Kelurahan Purbayan membentuk dan mengukuhkan pengurus Kelompok Kerja (Pokja) JBM untuk menggerakkan kembali budaya belajar anak di lingkungannya.
Siti berharap semakin banyak wilayah di Yogyakarta yang berinisiatif menjalankan JBM. Menurutnya, pendidikan dan kebiasaan belajar anak membutuhkan kolaborasi antara orang tua dan masyarakat.
"Ini membuat Yogyakarta menjadi kota pelajar dan bermutu pendidikan dengan adanya kesadaran masyarakat menanamkan budaya belajar kepada anak-anak. Kami mensupport sekali JBM dihidupkan kembali dengan inisiasi dari masyarakat," katanya.
