Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ratusan Warga Sayidan Cek Kesehatan Gratis, Dokter Ungkap Kondisi Tekanan Darah dan Gula Darah

Ratusan warga Sayidan cek kesehatan gratis. Dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta menilai tekanan darah dan gula darah warga cukup terjaga.

warga sayidan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis
Warga Kampung Sayidan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Forwakobis DIY bersama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. (Dok. Ist)

PEWARTA JOGJA — Ratusan warga Kampung Sayidan, Kota Jogja, mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis pada Minggu (30/8/2026). Dari pemeriksaan awal, dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta menilai kondisi sejumlah warga yang diperiksa cukup baik, termasuk tekanan darah dan kadar gula darah yang terjaga.

Kegiatan yang digelar Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forwakobis) DIY bersama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta itu berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Sekitar 10 tenaga kesehatan, termasuk dokter, dilibatkan untuk melayani masyarakat yang datang. Pemeriksaan mencakup tekanan darah, berat badan, serta kadar gula darah, sekaligus konsultasi langsung dengan tenaga medis.

Dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dr. Maharani Zulva mengatakan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi salah satu modal penting untuk menjaga kondisi tubuh. Menurutnya, kebiasaan tersebut membantu masyarakat mengetahui perubahan kondisi kesehatan lebih awal.

“Kami sangat senang. Sepintas tadi kondisi kesehatan warga Sayidan sangat baik. Meskipun sudah sepuh-sepuh, tekanan darah dan gula darahnya terjaga dengan baik,” katanya.

Maharani menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kebiasaan warga Sayidan mengikuti pemeriksaan kesehatan yang rutin dilakukan di lingkungan kampung.

“Kami kok yakin, ini merupakan hasil dari program pemeriksaan kesehatan yang rutin digelar di kampung ini. Semoga kebiasaan baik ini bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya,” ujarnya.

Warga Sayidan terbiasa memantau kesehatan

Ketua Panitia Sugiarto mengatakan kegiatan pemeriksaan gratis tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Alhamdulillah ratusan warga memanfaatkan kegiatan periksa kesehatan gratis ini,” kata Sugiarto yang juga merupakan jurnalis senior di Jogja.

Menurut Sugiarto, pemeriksaan kesehatan sebenarnya bukan hal baru bagi masyarakat Kampung Sayidan. Kesadaran tersebut telah tumbuh melalui berbagai kegiatan kampung, termasuk aktivitas yang dilakukan PKK.

Kampung Sayidan juga dikenal memiliki aktivitas sosial kemasyarakatan yang kuat dan merupakan tempat asal grup musik Shaggydog. Dalam kegiatan ini, unsur masyarakat dan sejumlah pengurus kampung turut hadir menyaksikan pelayanan kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan BPD DIY Cabang Senopati Muis turut hadir, bersama Ketua RK Don Hardono. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Bank BPD DIY dan Kalbe Farma Tbk.

Bagi warga, layanan gratis tersebut menjadi kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan tanpa harus menunggu munculnya keluhan serius. Sejumlah peserta juga memanfaatkan waktu konsultasi untuk memahami hasil pemeriksaan yang mereka terima.

Dokter ingatkan pentingnya kalibrasi alat kesehatan

Dalam kegiatan itu, perhatian warga juga tertuju pada alat pengukur tekanan darah digital yang kini semakin banyak digunakan untuk pemeriksaan mandiri di rumah.

Maharani menjelaskan, kemajuan teknologi membuat perangkat kesehatan digital lebih mudah digunakan masyarakat. Namun, akurasi alat tetap perlu diperhatikan agar hasil pengukuran dapat dipercaya.

RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta memastikan perangkat pemeriksaan yang digunakan dalam kegiatan tersebut memenuhi standar yang dipersyaratkan. Kalibrasi dilakukan secara rutin untuk menjaga ketepatan hasil pengukuran.

“Kalibrasi dilakukan secara rutin guna memastikan semua piranti kami dalam kondisi terbaik dan memberikan data yang presisi,” jelas Maharani.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat memiliki perangkat pemeriksaan kesehatan dasar merupakan hal positif karena memudahkan pemantauan kondisi tubuh secara berkala.

Namun, masyarakat juga perlu mengetahui bahwa perangkat tersebut tidak cukup hanya digunakan. Perawatan dan pemeriksaan akurasi tetap diperlukan agar hasil pengukurannya tetap dapat diandalkan.

“Sekarang mungkin mulai banyak masyarakat yang memiliki piranti-piranti dasar agar bisa memeriksa kondisi kesehatan secara mandiri. Tapi bisa jadi belum banyak yang tahu kalau piranti itu perlu dikalibrasi secara rutin,” ujarnya.

Maharani menilai pendekatan promotif dan preventif perlu terus diperkuat agar kesehatan masyarakat tidak hanya ditangani ketika seseorang sudah sakit.

“Pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan cara rutin melakukan pemeriksaan menjadi modal utama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Maharani.

Pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah, berat badan, dan gula darah menjadi bagian dari upaya warga untuk lebih mengenali kondisi tubuh sejak dini. Kegiatan di Kampung Sayidan sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak dalam mendorong kebiasaan hidup sehat.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
PEWARTA Jogja
PEWARTA Jogja
Media online Pewarta.co.id regional Yogyakarta (Pewarta Jogja). Menyajikan informasi berita Jogja terkini up to date.

WARTA JOGJA TERBARU

  • Ratusan Warga Sayidan Cek Kesehatan Gratis, Dokter Ungkap Kondisi Tekanan Darah dan Gula Darah
  • Ratusan Warga Sayidan Cek Kesehatan Gratis, Dokter Ungkap Kondisi Tekanan Darah dan Gula Darah
  • Ratusan Warga Sayidan Cek Kesehatan Gratis, Dokter Ungkap Kondisi Tekanan Darah dan Gula Darah
  • Ratusan Warga Sayidan Cek Kesehatan Gratis, Dokter Ungkap Kondisi Tekanan Darah dan Gula Darah
  • Ratusan Warga Sayidan Cek Kesehatan Gratis, Dokter Ungkap Kondisi Tekanan Darah dan Gula Darah
  • Ratusan Warga Sayidan Cek Kesehatan Gratis, Dokter Ungkap Kondisi Tekanan Darah dan Gula Darah