Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konser Akbar ISI Yogyakarta Satukan Musik Nusantara dalam Harmoni Warna Indonesia

Konser akbar ISI Yogyakarta bertajuk Harmoni Warna Indonesia menghadirkan musik, tari, visual, dan instrumen Nusantara dalam satu panggung.

konser akbar isi yogyakarta harmoni warna indonesia
Konser akbar Dies Natalis ke-42 ISI Yogyakarta bertajuk Harmoni Warna Indonesia menghadirkan perpaduan musik, tari, dan visual. (Dok. Ist)

PEWARTA JOGJA — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menghadirkan keberagaman musik Nusantara dalam konser akbar Dies Natalis ke-42 bertajuk “Harmoni Warna Indonesia” yang memadukan musik, tari, visual, dan berbagai unsur seni dalam satu pertunjukan.

Konser yang diprakarsai Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Yogyakarta itu melibatkan fakultas lain, termasuk Fakultas Seni Rupa dan Desain serta Fakultas Seni Media Rekam, untuk mendukung konsep pertunjukan orkestra.

Direktur Program Konser Akbar Harmoni Warna Indonesia, Reza Ginandha Sakti, mengatakan kolaborasi tersebut membuat setiap bidang dapat berkontribusi sesuai kompetensinya. Salah satunya melalui tampilan visual yang digarap Program Studi Animasi untuk mendukung penampilan sejumlah komponis.

Beberapa komponis yang terlibat antara lain Singgih Sanjaya, Puput Pramuditya, Joko Suprayitno, dan Eki Satria.

Menurut Reza, konsep pertunjukan berangkat dari gagasan tentang Indonesia sebagai ruang budaya yang terus berkembang. Gagasan itu kemudian diterjemahkan melalui format orkestra simfoni yang mempertemukan beragam ekspresi artistik.

“Pada konser ini, hampir seluruh musik daerah di Indonesia hadir, sekaligus menunjukkan legacy Fakultas Seni Pertunjukan dalam pendidikan dan kebudayaan Indonesia,” ujar Reza.

Musik, tari, dan visual dalam satu panggung

Pertunjukan tersebut menghadirkan instrumen etnis Nusantara, combo band, seni tari, paduan suara, serta berbagai unsur seni lainnya.

Perpaduan itu menjadi cara ISI Yogyakarta menampilkan keberagaman sebagai kekuatan artistik, bukan sebagai batas yang memisahkan satu ekspresi budaya dengan lainnya.

Sejumlah repertoar yang dibawakan dalam konser antara lain “Jalan Sunyi Bhisma”, “Manguwuh Peksi Manyura”, “Wanita”, “Rangkaian Melati”, “Kancil”, dan “Kidung Saraswati”.

Dekan FSP ISI Yogyakarta Dr. I Nyoman Cau Arsana menilai pertunjukan tersebut memperlihatkan bagaimana perbedaan dapat dipertemukan melalui kreativitas.

“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tapi jadi kekuatan ketika dipertemukan dalam kreativitas dan kolaborasi,” ujarnya.

Ia berharap konser tersebut dapat menjadi ruang perjumpaan sekaligus apresiasi seni. Menurutnya, seni memiliki peran dalam merawat keberagaman, memperkuat persatuan, serta memperkaya identitas budaya Indonesia.

Reservasi penonton ludes dalam dua jam

Konser “Harmoni Warna Indonesia” dibuka untuk masyarakat umum secara gratis dengan mekanisme reservasi yang disiapkan panitia.

Reza mengatakan 800 tiket reservasi yang dibagikan sebelumnya habis dalam waktu dua jam, sedangkan total penonton dan sivitas akademika yang hadir mencapai 1.420 orang.

Pementasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-42 ISI Yogyakarta sekaligus memperlihatkan kolaborasi lintas bidang di lingkungan kampus seni tersebut dalam menghadirkan satu pertunjukan yang menonjolkan kekayaan musikal Indonesia.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
PEWARTA Jogja
PEWARTA Jogja
Media online Pewarta.co.id regional Yogyakarta (Pewarta Jogja). Menyajikan informasi berita Jogja terkini up to date.

WARTA JOGJA TERBARU

  • Konser Akbar ISI Yogyakarta Satukan Musik Nusantara dalam Harmoni Warna Indonesia
  • Konser Akbar ISI Yogyakarta Satukan Musik Nusantara dalam Harmoni Warna Indonesia
  • Konser Akbar ISI Yogyakarta Satukan Musik Nusantara dalam Harmoni Warna Indonesia
  • Konser Akbar ISI Yogyakarta Satukan Musik Nusantara dalam Harmoni Warna Indonesia
  • Konser Akbar ISI Yogyakarta Satukan Musik Nusantara dalam Harmoni Warna Indonesia
  • Konser Akbar ISI Yogyakarta Satukan Musik Nusantara dalam Harmoni Warna Indonesia