Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Festival Babad Siti Kemantren 2026 Jadi Cara Pemkot Yogyakarta Angkat Potensi 14 Wilayah

Festival Babad Siti Kemantren 2026 digelar serentak di 14 kemantren Yogyakarta untuk mengangkat sejarah, budaya, dan potensi ekonomi wilayah.

festival babad siti kemantren di 14 wilayah kota yogyakarta
Festival Babad Siti Kemantren digelar serentak di 14 kemantren Kota Yogyakarta sebagai bagian dari Peringatan Hari Keistimewaan Yogyakarta. (Dok. Ist)

PEWARTA JOGJA — Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Festival Babad Siti Kemantren 2026 secara serentak di 14 kemantren pada 31 Agustus 2026. Festival ini diarahkan untuk mengembangkan potensi tiap wilayah dengan memadukan pelestarian sejarah dan budaya dengan penguatan ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Kebudayaan Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan pelaksanaan tahun keempat Babad Siti Kemantren tidak lagi sekadar menjadi agenda kebudayaan. Festival tersebut juga diposisikan sebagai ruang kolaborasi sekaligus sarana mengenalkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Memasuki tahun ke empat, Babad Siti Kemantren tidak hanya diarahkan sebagai agenda pelestarian kebudayaan, tetapi juga sebagai ruang membangun kolaborasi dan mengembangkan potensi wilayah,” kata Yetti di Yogyakarta, Minggu.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Keistimewaan Yogyakarta ini melibatkan berbagai unsur melalui pendekatan pentahelix. Unsur tersebut mencakup pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas budaya, dan lembaga pendidikan.

Menurut Yetti, penguatan cerita sejarah serta budaya di setiap kemantren diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mengenali kekayaan wilayahnya. Potensi yang ditemukan kemudian dapat dikembangkan menjadi daya tarik ekonomi kreatif, produk lokal, kemitraan, maupun wisata berbasis pengalaman.

“Dengan demikian, Babad Siti Kemantren 2026 tidak hanya mengajak masyarakat mengenang masa lalu, tetapi menjadikan sejarah dan budaya sebagai pijakan untuk membangun masa depan wilayah yang lebih mandiri, berdaya saing, dan tetap berakar pada identitas sejarahnya,” ujarnya.

14 kemantren, 14 karakter budaya

Festival tersebut mengajak masyarakat melihat Kota Yogyakarta melalui keberagaman 14 kemantren yang masing-masing memiliki cerita dan karakter tersendiri. Perbedaan itu tercermin dari tradisi, cerita rakyat, sejarah, serta warisan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

“Setiap wilayah memiliki karakter dan cerita yang berbeda, sekaligus menjadi bagian dari mozaik kebudayaan Kota Yogyakarta,” kata Yetti.

Ia menilai keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan menjadi narasi budaya yang lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, setiap kemantren memiliki ruang untuk menampilkan identitas sejarah dan tradisinya sesuai karakter masing-masing.

Yetti mengatakan Babad Siti Kemantren juga dirancang untuk mengemas sejarah melalui storytelling yang lebih menarik dan komunikatif. Pendekatan itu diharapkan membuat kisah masa lalu tidak terasa jauh dari kehidupan masyarakat saat ini.

“Melalui Babad Siti Kemantren, kami ingin memperkuat narasi sejarah dan budaya di setiap wilayah sekaligus mengemasnya melalui storytelling yang menarik dan komunikatif, sehingga sejarah menjadi lebih hidup dan dekat dengan masyarakat,” katanya.

Pemkot Yogyakarta memandang pengembangan potensi wilayah melalui festival tersebut sebagai upaya menjadikan sejarah dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Dengan pendekatan kolaboratif, 14 kemantren diharapkan semakin mampu menampilkan identitas sekaligus mengembangkan potensi lokalnya.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
PEWARTA Jogja
PEWARTA Jogja
Media online Pewarta.co.id regional Yogyakarta (Pewarta Jogja). Menyajikan informasi berita Jogja terkini up to date.

WARTA JOGJA TERBARU

  • Festival Babad Siti Kemantren 2026 Jadi Cara Pemkot Yogyakarta Angkat Potensi 14 Wilayah
  • Festival Babad Siti Kemantren 2026 Jadi Cara Pemkot Yogyakarta Angkat Potensi 14 Wilayah
  • Festival Babad Siti Kemantren 2026 Jadi Cara Pemkot Yogyakarta Angkat Potensi 14 Wilayah
  • Festival Babad Siti Kemantren 2026 Jadi Cara Pemkot Yogyakarta Angkat Potensi 14 Wilayah
  • Festival Babad Siti Kemantren 2026 Jadi Cara Pemkot Yogyakarta Angkat Potensi 14 Wilayah
  • Festival Babad Siti Kemantren 2026 Jadi Cara Pemkot Yogyakarta Angkat Potensi 14 Wilayah